Kaleidoskop SMA [Bagian 1]

 

kaleidoskop

Sudah hampir lulus SMA nih… yik kita buat kaleidoskop masa SMA! Siap-siap berflashback ria yaaa…

cerita ini diawali ketika mendaftar SMA. Ada yang emang bener-bener niat daftar di sekolah tercinta, ada juga karena ‘terpaksa’. hayooo, siapa yang awalnya gak niat sekolah di SMA’nya sekarang ngacung? Aku! Aku!

well… karena kita gak kenal sekolah baru, diadakanlah MOS. Masa-masa MOS itu masih cupu-cupu, masih sungkan ngomong ini itu, masih malu-malu mau lah pokoknya. Masih tanya-tanya siapa namanya? Mau negur tapi setengah inget setengah lupa, kalau negur mikir dia inget aku apa nggak ya?Dimarah-marahin senior, bikin yel-yel, rambut dikucir sebanyak tanggal lahir, sepatu sebelahan, dan dandanan yang nggak banget lainnya. Ah, tapi sayang di sekolah gue MOS cuma diisi ceramah pidato dan semacamnya.

Waduh, mulai lirik-lirikan sama kakak kelas nih. Masih inget nggak waktu berburu tanda tangan? Kalo kakak kelasnya ganteng, pasti rame banget *ups* Ada juga lho yang cinlok saat MOS dan jadian beneran. Padahal baru kenal beberapa hari ya -_- hemm.. MOS itu seru untuk beberapa pihak dan biasa aja bagi beberapa pihak termasuk gue. Lo sendiri termasuk yang mana?

MOS itu cuma seminggu, singkat banget. Yuk lanjutin ceritanya…

awal masa KBM, hampir semua mapel masih biasa aja. Kecuali f.i.s.i.k.a. Anak cupu yang belum kenal kerasnya SMA emang belum siap mental menghadapi kejamnya vektor. Alhasil, tidak remed fisika = tidak afdol.

Baru sebulanan di kelas, udah muncul sosok-sosok aktivis. yep, rekrutan organisasi dan ekskul bertebaran dimana-mana. Semakin banyak organisasi artinya semakin banyak acara artinya semakin boleh untuk meninggalkan kelas. Ada yang gitu? Ada pasti.

Lalu waktu berjalan begitu saja. Tiba-tiba udah penjurusan aja. Kegalauan SMA mulai muncul. IPA atau IPS atau Bahasa yaaaa? Dengan pertimbangan sana-sini, tanya sana sini, disertai restu orang tua, akhirnya pilihan jatuh kepadaa……. (IPA/IPS/Bahasa)

Singkat cerita, sekarang lo udah ada di kelas 11 di jurusan masing-masing. Para aktivis makin aktif aja, dan pasti makin sering cabut dari kelas padahal fisika semakin keras. Yang non aktivis harus rela terjebak di kelas dan berkutat dengan materi fisika yang sepertinya kita gak pernah bisa adaptasi. Kalau dulu jadi adik kelas yang selalu mengagumi kakak kelas, sekarang udah mulai ngerasain deh rasanya jadi kakak kelas yang mengagumi adik kelas.

Biasanya nihh ya, kelas 11 itu yang paling berkesan. Banyak konflik antarteman bermunculan di sana sini. Taburan cerita percintaan juga makin ajib aja (kecuali yang single sejati kaya gue). Pengalaman nyontek, telat, gak ngerjain tugas, dsb. Kelas 11 itu bisa dibilang puncak kenakalan SMA. Malu-malu udah ganti jadi malu-maluin. Ujian masih lama. jadi ngapain kalo nggak nakal aja?

-tbc-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s