Biola (Short Version)

Ada seorang wanita cantik yang dikenal sebagai Miss Violin karena kepiawaiannya memainkan biola. suatu saat ia hendak menghadiri undangan bermain biola dengan keluarganya. Sesuatu yang tak terduga terjadi. Mobil yang mereka tumpangi masuk kedalam jurang. kecelakaan tersebut merenggut nyawa kedua orang tuanya dan membuatnya tuli. Semenjak kejadian itu Ia membenci musik dan biola. Ia menjadi trauma dan selalu murung. Suatu saat ketika ia sedang duduk ditaman, seseorang memainkan biola disampingnya. ia menatap laki-laki itu. Tatapan matanya yang kosongpun meneteskan air mata. lalki-laki itupun berhenti bermain dan memberikan biola kecilnya pada si wanita. Tanpa pikir panjang wanita itu membanting biolanya dan pergi meninggalkan laki-laki itu. Tetapi laki-laki itu hanya tersenyum. kejadian yang sama berulang sampai tiga kali. Si wanita yang marah kemudian berteriak “AKU BENCI MUSIK?”. Laki-laki itu menyobek kertas dan menuliskan “Kenapa?” Kemudian wanita itu menuliskan “Musik hanya untuk orang normal!”. Laki-laki itu tersenyum kemudian berbalik meninggalkan wanita itu tanpa mengucap apapun. Keesokan harinya wanita itu mendapat bingkisan didepan rumahnya. bingkisan tersebut berisi sebuah biola, undangan bermain piano, dan sepucuk surat bertuliskan “Musik tidak hanya untuk didengar, tetapi juga dirasakan. Dengarkan musik dengan hatimu bukan telingamu. Bermainlah dengan perasaanmu bukan pikiranmu.” dengan ragu ia mengambil biola itu dan mulai memainkan not-not yang telah dihafalnya diluar kepala. dan iapun tersenyum. keesokan harinya ia mengenakan gaun terbaiknya dan pergi ke hotel tempatnya diundang. Ia duduk di samping laki-laki yang sama ketika di taman. Laki-laki itu mengangguk kepada si wanita lalu tersenyum.Lagu CANON IN D pun mengalun. tepuk tangan riuh menggema diruangan setelah lagu berakhir. bahkan beberapa diantara mereka menyeka air matanya yang jatuh. seusai acara, wanita tersebut menemui laki-laki yang telah mmbangkitkan semangatnya kembali. Ia mengucapkan terima kasih yang tulus. “Terima kasih atas semuanya,”kata si wanita. Sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum dan menuliskan “SAMA-SAMA” di buku yang selalu dibawanya. Tetapi wanita itu gerah karena laki-laki itu tidak pernah mengucap satu katapun, bahkan pada orang lain sekalipun. ia hanya menggunakan kertas dan menulisnya. “Kenapa aku tidak pernah melihatmu berbicara” tanya si wanita secara langsung. laki-laki itu menuliskan, “Apa kau akan mendengarnya?” “Dengan orang lain?”ralat wanita itu. Tapi laki-laki itu menuliskan hal yang sama sekali tidak bersangkutan dengan pertanyaannya. ia menuliskan “Apakah kau masih berfikir jika musik hanya untuk orang normal?” Seketika itu pula wanita itu menyadari jika laki-laki yang telah berjasa baginya adalah seseorang yang Bisu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s