Autumn Memories [OneShoot]

-AUTUMN MEMORIES-
Title : Autumn Memories
Length : One Shoot
Cast :
– Lee Sungmin Super Junior
– Kim Hyena
– Cho Eunso
Genre : Sad Romance, Angst, Hurt
Rating : T / PG-13
Author : Novita Eka (Pearl Canopus)
Fb : Nobith Eza Karra
Twitter : @PearlCanopus
Credits pict : http://free-extras.com/images/autumn_maple_tree-11899.htm .. http://www.facebook.com/note.php?note_id=173313496023918
Disclaimer : All cast in here are return to themselves. But, this story is MINE. If you want to take out, please take out with full credits.

Better if you read this while hear your favourite songs which has slow melody. But, I sugget slow classical. My Memory-Ryu (Instrumental-Winter Sonata OST) is a good one. Or Memories-Super Junior.

^^HAPPY READING^^

–My memories of you make me crazy–

“Chagi, bangunlah. Sore ini dingin, cepatlah pulang.”

Samar-samar aku mendengar suara lembut seseorang wanita yang berbisik tepat disamping telingaku. Aku membuka mataku dan bangun dari tidur panjangku. Menyadari bahwa hal itu hanyalah halusinasiku saja karena tak ada seorngpun selain aku yang berada disini. Yang ada dalam kenyataan hanyalah kicauan burung dan gesekan daun-daun akibat angin.

Aku tertawa kecil menyadari kebodohanku. Sampai kapan aku akan bodoh. Entah kenapa aku merasa menjadi orang yang berbeda setiap detiknya. Setiap hari aku datang kesini dan menunggunya. Duduk dibawah pohon maple yang sedang berguguran sendirian. Hampir 5 menit sekali aku melihat jam tanganku. Seperti yang kulakukan sekarang ini. Berkeyakinan bahwa ia akan datang.

“ia pasti datang. Ia sudah berjanji akan menemuiku jam 2 siang. Ah, sepertinya ia terlambat 3 jam. Berani-beraninya ia membuatku menunggu. Aku harus menghukumnya jika ia datang!”ucapku pada diriku sendiri.

————–
-Hyena POV-

“Aku pulang dulu ya!”pamitku pada teman kuliahku.

Aku berjalan kaki dari kampus ke rumahku. Selain karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, aku memang ingin menikmati udara musim gugur yang menenangkanku. Ketika kau melewati taman kota, aku melihat seseorang sedang duduk dibawah ohon maple. Aku melangkah mendekat, tapi tetap menjaga jarakku agar tidak terlalu dekat dengannya. Ternyata Sungmin beberapa kali ia melihat jam tangannya. Aku sangat yakin jika ia sedang menunggu seseorang.

Aku ingat jika ia memang sering menghabiskan waktu berdua dengan Eunso, sahabatku. Apa ia sedang menunggunya? Aku membayangkan saat-saat kami bertiga masih bersama-sama. Hingga akhirnya Sungmin menyatakan cintanya pada Eunso.

Saat itu aku menangis. Aku berteriak. Aku juga mencintai Sungmin Tapi aku tidak berhak untuk marah. Aku tidak mau memaksakan kehendakku sendiri. Saling mencintai itu hak mereka, bukan salah mereka padaku. Mereka bahagia, bukankah seharusnya aku juga bahagia?

Kulihat ia menunduk. Sepertinya ia tertidur. Aku meneteskan air mataku. Sebegitu perihkah rasanya ditinggal orang yang kita cintai? Apakah cintanya pada Eunso memang sangat besar?

Tidak tega rasanya jika aku meninggalkannya sendirian disini. Aku terus menunggunya disini sampai ia terbangun. Dan setelah itu kuputuskan untuk menghampirinya. Aku menepuk bahunya dan ia menoleh. “Hyena? Apa yang kau lakukan disini?”tanyanya. aku mengusap air mataku “Aku hanya jalan-jalan saja. aku bosan tidak melakukan apa-apa sepulang kuliah. Kau ?”

“Aku ada janji dengan seseorang. Tapi sepertinya ia akan terlambat,”jawabnya jujur.

“Dengan Eunso?”tanyaku. ia menganggukkan kepalanya. Ternyata benar dugaanku. Ia masih belum bisa melupakan Eunso.

“Hyena-ya,wae? Gwenchanayo? Kau menangis?”tanyanya dengan polos.

“ah,benarkah? Aku hanya terkena debu. Ah,iya.. aku kelilipan. Anginnya sangat kencang,”jawabku gelagapan.

“Benarkah? Kau tidak apa-apa?”tanyanya sekali lagi.

aku mengangguk mantap. Berusaha terlihat tegar dihadapannya. “Tak usah mengkhawatirkanku. Aku benar-benar tidak apa-apa. Kau tidak membawa ponsel?”tanyaku.

Aku mengambil iPhone-nya dan menunjukkannya padaku. “hehe.. sepertinya aku lupa mengisi baterainya,”ucapnya. Sektika aku mempunyai ide untuk membuatnya pulang dan tidak menunggu Eunso yang tak mungkin akan datang.

“Pantas saja kau masih menunggu Eunso sampai jam segini. Bukankah dia sedang berada di luar kota bersama adiknya?”bohongku. sebenarnya aku tidak suka jika harus berbohong seperti ini karena ini justru akan lebih membuatnya memiliki harapan pada Eunso. Tapi aku juga tidak tega jika ia terus menunggu disini. Terlebih malam ini akan sangat dingin.

“Benarkah? Berarti sia-sia aku menunggunya,”ucapnya kecewa.

Aku memaksa tersenyum padanya. “Lebih baik kau pulang. Suhu sore ini cukup dingin.” Ia terlihat berpikir sebentar.

“baiklah,Hyena. Aku pulang dulu. Terima kasih informasimu. Sampai jumpa!”pamitnya padaku. Aku menatap punggungnya yang semakin menjauh. Aku hanya berdiri mematung dan membiarkan air mataku jatuh untuk kesekian kalinya.

—————–
-SUNGMIN POV-

Hari ini aku sama sekali free. Jarang-jarang manajer berbaik hati memberikan hari kosong untuk Super Junior. Aku menutuskan untuk pergi ke taman kota untuk menemui yeojachinguku. Aku memang tidak pernah berjanji padanya, karena setiap sore ia pasti akan datang ke panti asuhan disebelah taman. Ia memang berjiwa sosial tinggi dan pecinta anak kecil. Aku membeli sebuket bunga lily putih kesukaannya. Aku menunggunya dengan duduk dibawah pohon maple sambil mendengarkan lagu-lagu di album-album Super Junior. Sesekali aku berkomat-kamit menyanyikan lagu yang sudah sangat kuhapal diluar kepala.

aku mendengar lantunan lagu Marry You yang membuatku teringat ketika pertama kali aku menyatakan cintaku padanya. Dengan bantuan member super Junior yang lain aku membuat momen itu sangat romantis. Ingatanku beralih membayangkan senyumannya yang indah dan saat-saat kami berdua. Entah kenapa aku meneteskan air mataku. Aku merasa aku tidak akan pernah melihat senyumnya lagi.

Aku menghapus air mataku dan melihat jam tangannku. Aku sudah menunggunya hampir 2 jam. Biasanya dia sudah bersama anak-anak panti itu. Tapi kenapa hari ini ia belum datang juga? Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Seseorang yang amat kukenal. Tapi wajahnya sarat akan emosi dan air mata mengucur deras dari kelopak matanya yang besar.

“Kau menunggunya?”tanyanya dengan suara bergetar. “Ikut aku!” Kemudian ia menarik tanganku dan menarikku mengikutinya. Untung saja aku sempat meraih bunga lily yang akan kuberikan pada Eunso. Ternyata ia mengajakku ke panti asuhan itu.

“Hyena Eonni??”seru seorang anak panti yang ada disana. Hyena membungkuk dan tersenyum padanya. “Kenalkan,dia temanku,”ucapnya memperkenalkanku. Aku membuka kacamta dan syal yang menutupi separuh wajahku.

“Anyeong,”ucapku sambil tersenyum tulus. Seketika ekspresi anak itu berubah. “Kau Lee Sungmin Super Junior?” Aku mengangguk. “Oppa,boleh aku meminta tanda tanganmu?”ucapnya polos. Aku hanya tersenyum geli.

“Nanti saja ya minta tanda tangannya. Eonni mau bertanya, kapan terakhir kali Eunso eonni datang kesini?” tanya Hyena. Aku tidak tau kenapa Hyena bertanya yang aneh-aneh seperti itu. Tapi kulihat wajah anak itu berubah lagi. Dan kini menjadi ekspresi sedih. Setetes air mata keluar darinya.

“Ia sudah idak datang kesini sejak 3 minggu lalu. Aku sangat kangen padanya.” Kemudian Hyena mengusap kepala anak itu dan ia sendiri juga menangis. Ia menoleh kearahku. “See, kau dengar kan? Ia sudah tidak kesini selama itu. Kau masih menunggunya?”ucapnya miris.

Aku mengernyitkan dahiku. Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi. “Masuklah, disini dingin. Park ahjumma pasti mengkhawatirkanmu.”ucap Hyena pada anak itu. Ia lantas berdiri menghadapku. “Kau masih tidah mengerti juga?”tanyanya. aku menggeleng.

Plakkk..

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiriku. “Hyena-ya? apa yang kau lakukan?”tnyaku sambil memegangi pipiku yang terasa sakit. Aku sangat terkejut dengan apa yang dia lakukan padaku. Aku mengenalnya sebagai seorang yang sangat lembut. Tapi kenapa ia melakukan ini?

“Ia tidak mungkin datang! Dimensi kalian sudah berbeda. Ia sudah tenang di dunianya saat ini. Kenapa kau masih menunggu hal yang tidak ada? Aku tau kau sangat, mencintainya. Tapi lihatlah, disampingmu Masih ada orang yang mengkhawatirkanmu dan selalu mendukungmu. Keluargamu, Super Junior, dan disampingmu masih ada orang yang mencintaimu,yaitu aku. Sadarlah Lee Sungmin!!”bentaknya padaku.

“Hyena-ya?”

“Kau masih tidak mengerti juga? Ikuti aku!”

Ia menyetop taksi. Aku mengitunya masuk kedalam taksi itu. Aku masi bingung untuk menelaah semua ini. Taksipun berhenti di sebuah makam. Aku berjalan mengikuti Hyena masuk ke dalam lingkungan makam. Ia berhenti tepat disamping sebuah makam yang sepertinya masih baru.

“Kau lihat?”tanyanya menunjuk sebuah nisan yang ada disebelah kami.

“Choi Eunso? Yeojachingu-ku?”ucapku. bulir-bulir air mata jatuh menetes tanpa mampu kubendung. Benarkan nae-sarang sudah tidak ada di dunia ini lagi? Lantas siapa yang kutunggu selama ini? Apa aku menunggu sesuatu yang sudah tidak seharusnya aku tunggu.

“Dia meninggal saat kecelakaan itu. Bahkan kau adalah orang terakhir yang ditemuinya.”jelas Hyena lirih. Aku berjongkok dan mletakkan bnga lily putih yang sedari tadi kubawa.

“Chagi, kau benar-benar sudah damai disana? Aku sudah menjadi orang yang terlalu bodoh disini. Aku bahkan masih setia menunggumu dibawah pohon maple, seperti kebiasaanku dulu. Tanpa kutahu, orang yang kutunggu tidak akan pernah datang. Tapi semua itu karena aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu.”

Aku berbalik dan mendapati Hyena sedang tertunduk dan terisak. Aku bangkit dan memeluknya. “Hyena-ya, maafkan kebohohanku selama ini. Aku terpaku pada satu pintu yang tertutup tanpa menyadari pintu lain sudah terbuka bahkan lebih lebar. Aku sama sekali tidak tahu tentang perasaanmu itu. Jeongmal mianhae,Hyena-ya”

Ia melepas pelukanku. “Gwenchana,Sungmin-ssi. Aku tahu kau sangat mencintainya.”

“Aku tau sulit untuk melupakannya begitu saja dan ini akan menyakitimu. Tapi bisakah kau selalu mendukungku dan mencintaiku?”ucapku lembut.

Ia menganguk pelan. “Aku yakin kau akan bisa mencintaiku,”ucapnya tegas. Aku tersenyum tipis. Perlahan aku mendekatkan kepalaku dan mengecup bibirnya lembut.

“Ayo kita ke dorm. Super junior pasti mengkhawatirkanku. Lagipula aku ingin memperkenalkanmu sebagai yeojachinguku yang baru. Kajja!”

-END-

Thanks for reading this weird story.. It still bad story,right? So, I need your comment.. Don’t forget to RCL… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s